Pages

Sabtu, 17 Januari 2015

Mengenal TDP pada Processor

Semakin kecil TDP, maka panas yang dihasilkan juga semakin rendah.
Tentunya bagi Anda yang memiliki perangkat elektronik, seperti komputer desktop, notebook, atau smartphone pasti pernah merasakan panas pada perangkat tersebut ketika beroperasi. Hal tersebut merupakan hal yang alami terjadi dikarenakan adanya perubahan energi. Dalam istilah teknisnya dikenal dengan Central Processing Unit Dissipation atau CPU dissipation yang berarti CPU mengonsumsi energi listrik, kemudian mengubahnya ke dalam aksi switching, seperti yang dilakukan transistor dalam CPU. Dalam prosesnya, CPU juga akan menghasilkan energi panas ketika beroperasi dikarenakan adanya impedansi dari sirkuit elektronik. Dari sinilah proses panas itu terjadi.

Berbicara masalah panas, tentu erat kaitannya dengan Thermal Design Power (TDP) processor. Istilah ini diterjemahkan sebagai jumlah daya maksimum untuk pendingin di dalam sebuah komputer untuk berdisipasi (mentransfer/menyalurkan panas). TDP juga dapat berarti daya maksimum yang dipakai ketika menjalankan aplikasi sesungguhnya untuk memastikan komputer dapat menjalankan aplikasi esensial tanpa melampaui batas panasnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh produsen processor seperti Intel adalah bagaimana merancang sebuah processor yang mampu beroperasi hanya dengan konsumsi daya yang rendah tanpa harus mengorbankan performanya. Berbagai langkah ditempuh untuk merealisasikan hal ini, seperti mengintegrasikan berbagai komponen dalam satu unit, memperkecil kebocoran energi untuk meningkatkan efisiensi, hingga menambahkan fitur energy saving sebagai power management. Seluruh langkah tersebut akhirnya berhasil dikemas Intel dalam rancangan 3D gate transistor-nya yang akhirnya diterapkan mulai dari generasi Sandy Bridge, Ivy Bridge, Haswell, hingga Intel Atom Bay Trail saat ini, bahkan semenjak generasi Ivy Bridge, Intel menambahkan SKU baru pada segmen processor mobile dengan suffix U dan Y. “U” menandakan Ultra low power seperti pada Intel Core i5-3317U (1.7GHz/ 17W), dan “Y” menandakan Extreme Ultra low power seperti pada Intel Core i5-3439Y (1.5GHz/ 13W). Bandingkan dengan generasi processor sebelumnya seperti Intel Core i5-2410M (2.3GHz/ 35W) yang nilai performa Intel Core i5-3317U mampu mengimbangi bahkan dengan konsumsi daya yang lebih rendah. Hal tersebut diperlihatkan melalui pengujian 3DMark 11 CPU score dan PCMark 8 Accelerated, seperti pada grafik di bawah. (klik gambar untuk memperbesar)
TDP Rate
Secara umum, semakin tinggi rating TDP processor, akan menghasilkan panas lebih daripada yang memiliki rating TDP lebih rendah. TDP biasanya juga terspesifikasi dalam keluarga processor. Pada processor Intel, TDP rating didefinisikan pada nilai maksimum temperatur core (Tj-MAX) sehingga tiap OEM dapat merancang model dan casing serta menentukan jenis cooling yang digunakan. Pada umumnya, processor yang memiliki rating TDP melebihi 50W biasanya diterapkan pada jenis desktop PC, sedangkan TDP yang kurang dari 50W dapat dikelompokkan pada jenis notebook. TDP yang kurang dari ~5W dapat dimasukkan dalam kategori tablet dan TDP yang kurang dari ~2W masuk dalam kategori smartphone.

Melihat pemaparan di atas, cukup jelas jika processor yang memiliki TDP rendah akan menghasilkan panas yang rendah pula sehingga jenis heatsink yang digunakan pun desainnya lebih sederhana, bahkan tanpa dukungan fan. Berbeda dengan processor yang memiliki TDP tinggi, jenis pendingin yang digunakan haruslah jenis khusus, biasanya menggunakan heatsink dengan tambahan fan atau metode pendingin lain, seperti heatpipe, water cooling, hingga LN2 (Liquid Nitrogen).

Hyperthreading vs Power Dissipation
Beberapa dari Anda mungkin sudah familiar dengan istilah hyperthreading. Istilah ini mengacu pada pemrosesan dan eksekusi dari sebuah instruksi program secara paralel untuk mengoptimalkan kinerja processor. Lebih mudahnya, teknologi hyperthreading merupakan teknologi untuk menciptakan logical core yang dapat berlaku sebagai core fisik yang mampu bertindak secara independen dalam mengeksekusi suatu instruksi. Lalu apa kaitannya fungsi hyperthreading dengan power dissipation? Sebelum menjawab hal ini, terlebih dahulu kita bandingkan teknologi hyperthreading dengan teknologi multi-core konvensional. Pada teknologi multi-core konvensional, tiap core terpisah secara fisik. Masing-masing core berisi jutaan hingga miliaran transistor yang wajib mendapat supply daya untuk beroperasi. Dengan teknologi hyperthreading, tiap core akan memiliki dua logical core sehingga processor dengan dual core fisik akan memiliki 4 thread/logical core yang tiap logical core ini tidak membutuhkan resource komponen tambahan. Artinya, peningkatan panas dan daya tidak akan terjadi secara signifikan dengan hyperthreading. Sebaliknya, performa yang dihasilkan akan meningkat secara signifikan.

Untuk melihat seberapa efektif penggunaan teknologi hyperthreading ini, kami melakukan pengujian dengan sebuah aplikasi benchmark, yaitu Cinebench R11.5. Aplikasi ini akan mengukur seberapa jauh kemampuan processor dalam melakukan operasi rendering sebuah gambar. Untuk perangkat test bed-nya sendiri, kami menggunakan GIGABYTE Brix S yang sudah dilengkapi processor Intel Core i3-4010U (2C/4T). Perangkat GIGABYTE Brix S ini merupakan sejenis NUC dengan form factor UCFF yang sangat ringkas dan kompak. Unit pendinginnya pun hanya mengandalkan heatsink dan kipas kecil, mengingat processor yang digunakannya hanya memiliki TDP kisaran 17W.

Dari hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi hyperthreading ternyata mampu meningkatkan performa hingga mencapai hampir 200% meski memberikan dampak peningkatan konsumsi daya serta temperatur. Namun jika diperhatikan, peningkatannya pun tidak terlalu signifikan, hanya 2o atau sekitar 3% dari temperatur penggunaan single core.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan share.
______________________________
Sumber: PCMedia (4 Juni 2014)

Senin, 05 Januari 2015

Step by Step Instalasi Visual Studio Community 2013

Beberapa waktu lalu, Microsoft Corporation telah meluncurkan beberapa versi terbaru dari Visual Studio, salah satunya ialah Visual Studio Community 2013. Namun saya baru sempat membahasnya saat ini.
Bagi Anda yang belum tahu, Visual Studio adalah tool Integrated Development Environment (IDE) dari Microsoft. Software ini biasa digunakan untuk mengembangkan program-program komputer Microsoft Windows, diantaranya ialah membangun website, web application, web services, dan sebagainya.
Selain itu, Visual Studio (VS) juga mendukung beberapa bahasa pemrograman, diantaranya: C, C++, C#, F#, VB.NET, Phyton, Ruby, HTML5, XML, JavaScript, dan CSS. VS juga dapat digunakan untuk pemrograman web yang mendukung ASP.NET, Node.js, dan JavaScript.
Tidak hanya sampai disitu, dengan menyertakan tool Apache Cordova dan Unity, VS juga mendukung untuk mengembangkan aplikasi mobile, seperti Windows Phone, iOS, dan Android.
Sebenarnya masih banyak fitur-fitur yang disertakan dalam VS, dan akan memakan banyak waktu jika membahasnya satu persatu.

Anda dapat men-download Visual Studio melalui situs: http://www.visualstudio.com/downloads/download-visual-studio-vs. Di halaman tersebut disediakan link download untuk seluruh versi VS, termasuk versi Community 2013.
Jika Anda ingin meggunakan versi Community 2013, klik pada pilihan Community 2013 with Update 4. Selanjutnya Anda akan dihadapkan pada pilihan instalasi. Anda dapat meng-install-nya secara online dengan mengklik Install now, atau Anda juga diperbolehkan men-download stand-alone installer berbentuk file .iso dengan meng-klik pilihan DVD5 ISO image.
Jika Anda memutuskan untuk men-download file iso, maka sebaiknya Anda bersabar, karena ukuran file-nya cukup besar, sekitar 6,8 GB.

Sebelum Anda menginstalnya, ada baiknya memperhatikan dulu kebutuhan minimum sistem yang diperlukan (sumber: Visual Studio):
Sistem Operasi: Windows Server 2008 R2 SP1 (x64) | Windows Server 2012 (x64) | Windows Server 2012 R2 (x64) | Windows 7 SP1 (x86 & x64) | Windows 8 (x86 & x64) | Windows 8.1 (x86 & x64)
Hardware:
  • Clock-speed prosesor 1.6 GHz
  • RAM 1 GB
  • HDD 5400 RPM
  • Ruang HDD 20 GB (Meskipun hanya 9 GB saja yang digunakan oleh VS)
  • VGA card mendukung DirectX 9 pada resolusi layar 1024x768.
  • Minuman dan camilan untuk mengisi waktu sambil menunggu proses instalasi.
Berikut adalah langkah-langkah proses instalasi Microsoft Visual Studio Community 2013 untuk stand-alone installer.
1. Setelah file ter-download, ekstrak file menggunakan program winRAR atau sejenisnya, lalu jalankan file vs_community.exe.

2. Isi checkbox I agree to the License Terms and Privacy Policy. Lalu Next.
3. Pilih fitur-fitur apa saja yang ingin di-install. Jika bingung, biarkan saja sebagaimana default, dan langsung saja klik INSTALL. Tunggu hingga proses instalasi selesai. Karena prosesnya cukup lama, silahkan tunggu sambil minum dan makan camilan yang sudah disiapkan.
4. Setelah muncul pesan Setup Completed!, langsung saja klik LAUNCH.
5. Jika Anda sudah memiliki account di Microsoft, silahkan klik Sign in. Jika tidak punya, klik Not now, maybe later.
6. Jika Anda memiliki account di Visual Studio dan ingin menyimpan project Anda di sana, silakan isi account Anda dan klik Continue, jika tidak, klik Not now, maybe later.
 7. Selanjutnya akan muncul jendela untuk mengonfigurasi Development Settings dan color theme. Untuk Development Setting, silakan pilih sesuai dengan kebutuhan Anda dalam menggunakan VS Community 2013 ini.
8. Setelah selesai, maka Visual Studio akan menampilkan halaman Start page.
9. Berikutnya, Anda tinggal klik New Project untuk membuat project  baru, atau Open Project untuk membuka project yang sudah Anda miliki.
Tampilan jendela New Project

Semoga postingan ini bisa membantu Anda. Terima kasih.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan share.

Minggu, 04 Januari 2015

Mengubah Maksimum Value Select dan Edit Top Rows pada SQL Server Management Studio

SQL Server Management Studio adalah tool yang dikembangkan oleh Microsoft untuk mengatur database yang tersimpan pada SQL Server.

Jika Anda adalah pengguna SQL Server Management Studio (saya menggunakan versi 2014 Express), pada context menu yang ditampilkan ketika meng-klik kanan pada table, diantara banyak pilihan yang ditampilkan, terdapat dua buah pilihan, yaitu "Select Top 1000 Rows" dan "Edit Top 200 Rows". Tujuan dari kedua pilihan tersebut sudah jelas, yaitu untuk memilih 1000 baris data teratas, dan mengubah 200 baris data teratas. Hal ini bukan masalah selama Anda memiliki tabel data yang tidak lebih dari 1000 baris.
Pertanyaannya, bagaimana jika Anda memiliki data yang lebih dari 1000 baris, sedangkan Anda ingin memilih atau mengubah seluruh baris data?
Pertanyaan yang sama juga pernah terlintas di pikiran saya ketika sedang bekerja dengan tabel data mahasiswa yang berisi tepatnya 18.696 baris data, cukup besar memang. Setelah cari sana cari sini, akhirnya saya menemukan triknya, yang ternyata cukup mudah dan telah disediakan oleh SQL SMS sendiri.

Berikut adalah langkah-langkah bagaimana mengganti dua buah pilihan tersebut sehingga tidak lagi memiliki batas maksimum (1000 dan 200).
1. Klik pada menu Tools,  pilih Options...
2. Setelah  jendela Options terbuka, pada menu navigasi sebelah kiri pilih menu SQL Server Object Explorer. Selanjutnya ubah value pada pilihan yang ada dalam grup Table and View Options.
  • Value for Edit Top <n> Rows command
  • Value for Select Top <n> Rows command
Anda bisa dengan mudah mengganti value sesuka hati, namun jika Anda ingin memilih dan mengubah seluruh baris data, cukup ganti nilainya dengan 0.
Sekarang, dua pilihan sebelumnya telah berubah menjadi "Select All Rows" dan "Edit All Rows".
Semoga postingan ini bisa membantu.
Jika artikel ini bermanfaat, silakan share.

Minggu, 05 Oktober 2014

Intel Core i3, i5, i7


Intel adalah salah satu perusahaan mikroprosesor raksasa yang produknya telah mendunia, perusahaan lain adalah AMD.
Prosesor yang bertajuk Core i pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010. Dan saat ini (2014) Intel telah meluncurkan Core i generasi ke-4 yang diberi nama Haswell.

Masih banyak orang yang keliru dalam memahami tentang spesifikasi prosesor, terutama pada seri prosesor Intel Core i. Setelah saya cari-cari di internet, akhirnya saya menemukan video yang menjelaskan tentang prosesor Intel seri Core i dengan penjelasan yang menarik. Silahkan dilihat.

Apa yang dibicarakan dalam video di atas?
Ada sebagian orang yang mempermasalahkan tentang penamaan prosesor keluaran Intel ini. Misalnya saja pada prosesor Intel Core i7-4790K. Apa sebenarnya arti dari angka-angka tersebut? Beberapa orang menganggap akan lebih sederhana bila menuliskan besar kecepatannya saja, misalnya dalam satuan MHz atau GHz.

Memang benar itu akan terlihat lebih sederhana. Tetapi sebenarnya itu malah akan membingungkan. Misalnya saja ketika P-4 (Pentium 4) diluncurkan, P-4 memiliki clock yang sama dengan P-3 (Pentium 3), namun P-3 sebenarnya dapat mengerjakan tugas yang lebih banyak dalam tiap siklusnya.

Sebagai konsumen, kita akan membeli prosesor yang memiliki nomor (clock speed) yang lebih besar agar lebih baik.

Sebenarnya kecepatan sebuah prosesor tidak mutlak ditentukan oleh besarnya clock speed yang dimiliki. Pemahaman seperti ini sama halnya seperti menilai spesifikasi sebuah mobil dengan hanya melihat besar rpm pada mesinnya.

Jika kita kembali ke awal tahun 2000-an, terdapat istilah PR (Performance Rating), dimana produk prosesor diberikan 4 digit nomor model yang diyakini oleh para enthusiast bahwa istilah ini berdasarkan pada kemampuan prosesor AMD yang dibandingkan dengan clock speed pada CPU Intel. Namun kenyataannya hal tersebut tidak menyelesaikan apapun. Mereka tetap saja masih memberikan nama produknya berdasarkan clock speed secara tidak langsung.

Pada saat Intel memperkenalkan prosesor seri Core, sederetan CPU secara dramatis memiliki kemampuan yang melebihi generasi sebelumnya yang memiliki clock yang lebih rendah. Pada saat itu perang Megahertz berakhir karena Intel memerlukan perubahan pemasaran yang menjauhkan penulisan frekuensi, sehingga seperti sekarang.

Intel Core i3, memiliki 2 core, fitur Hyperthreading, cache yang lebih kecil, konsumsi daya yang rendah bila dibandingkan dengan Core i5, serta harganya lebih murah.

Mungkin sebagian orang ada yang memahami bahwa bila Core i3 memiliki 2 core, berarti i5 memiliki 4 core, dan i7 memiliki 6 core.
Kesimpulan tersebut diperoleh dari jumlah core ditambahkan satu dan dibubuhi huruf "i" di depannya (misalnya i5 = 4 core + 1). Tetapi itu perhitungan yang keliru.

Kenyataannya, seperti yang dilansir oleh situs ark.intel.com, Intel Core i5 versi mobile memiliki 2 core dan fitur Hyperthreading, sedangkan untuk versi desktop sebagian besar memiliki 4 core dan tidak memiliki fitur Hyperthreading. Fitur lainnya adalah kemampuan grafis on-board yang ditingkatkan serta fitur Turbo-Boost untuk lebih meningkatkan performa dan kemampuan.

Sementara untuk Intel Core i7, seluruh versinya memiliki Hyperthreading. Prosesor Core i7 memiliki jumlah core mulai dari 2 hingga 8 core. Untuk 8 core sebagian besar dimanfaatkan untuk workstation. Core i7 mendukung 2-8 modul memori, dan memiliki TDP (Thermal Design Power) mulai dari 10W-130W. Core i7 juga memiliki memori cache yang lebih besar, Turbo-Boost yang lebih cepat, serta grafis on-board yang lebih baik dibandingkan prosesor-prosesor di bawahnya. Kelebihan lain adalah harga yang lebih mahal.

Jika Anda membutuhkan informasi tentang produk Intel, silahkan lihat di:
http://ark.intel.com

Untuk sistem penamaan prosesor intel silahkan lihat di:
http://www.intel.com/content/www/us/en/processors/processor-numbers.html

Jika artikel ini bermanfaat, silakan share.

Jumat, 03 Oktober 2014

Tablet PC

Pada saat tahun spekulasi Steve Jobs berakhir pada tahun 2010 dengan mengumumkan perangkat tablet iPad, ia membantu peluncuran era baru perangkat keras komputer. Meskipun tablet PC telah beredar beberapa tahun, iPad adalah perangkat pertama yang menggunakan bentuk faktor yang berhasil di pasar konsumen. Kesuksesan Apple menguntungkan perusahaan lain termasuk para penggemar teknologi yang juga mencari alternatif untuk pendekatan dari Apple.
iPad milik Applekatanyakomputer tablet yang paling terkenal di pasaran hari ini.
Jadi apa sebenarnya tablet itu? Penjelasan yang paling dasar, tablet PC adalah perangkat komputasi mobile yang berukuran lebih besar dari smartphone atau PDA. Tidak ada perbedaan ukuran yang mencolok untuk perangkat tablet –ukuran layar iPad di bawah 10 inci namun tablet lain ada yang lebih besar atau lebih kecil. Pada umumnya, jika perangkat komputasi menggunakan antarmuka on-screen dan tidak termasuk ponsel, berarti itu adalah tablet.

Untuk masalah yang membingungkan, beberapa produsen memproduksi perangkat hybrid yang sebagian adalah tablet, sebagian lagi adalah laptop. Perangkat tersebut bisa saja menyertakan keyboard terpisah –layar diputar atau dilipat untuk menutupi keyboard dan voila, jadilah tablet!


Asus Eee Pad Transformer dan Asus Eee Slider, contoh komputer Hybrid.

Pada tahun 2010, Lenovo memperkenalkan sebuah perangkat prototipe yang disebut IdeaPad U1 di ajang pertunjukan Consumer Electronics Show di Las Vegas, Nevada. Tampilan sekilas, terlihat seperti laptop pada umumnya. Namun jika dipisahkan layar dan bagian bawahnya, laptop tadi berubah menjadi komputer tablet, dengan sistem operasi yang independen. Lenovo mengganti mereknya menjadi Lenovo LePad dan diluncurkan di Cina tahun 2011.
Lenovo IdeaPad alias LePad yang juga jenis Hybrid.
Meskipun tablet hadir dengan berbagai bentuk, ukuran dan fitur, tetap saja memiliki banyak karakteristik yang serupa. Hampir semuanya memiliki antarmuka layar sentuh dan sistem operasi yang mampu menjalankan program-program kecil. Komputer tablet tidak begitu diperlukan untuk menggantikan kebutuhan akan komputer yang lebih handal, namun mereka menciptakan ruang baru untuk perangkat komputer.

Mari kita lihat unsur-unsur dasar yang diproses oleh kebanyakan tablet.

Apa yang Menjadikan Tablet Tipis
Jika Anda membongkar sebuah tablet komputer untuk melihat isi dalamnya, Anda akan mengetahui 3 hal dengan cepat. Pertama, Anda baru saja membatalkan garansi. Kedua, pabriknya telah mengemas seluruh komponen tablet agar terlihat rapi dan efisien. Dan ketiga, kebanyakan dari komponen yang akan Anda lihat, serupa dengan yang Anda temukan pada komputer standar.

Otak dari sebuah tablet adalah mikroprosesornya. Biasanya, tablet menggunakan prosesor yang lebih kecil dibandingkan dengan yang ada pada komputer PC. Hal ini berguna untuk menghemat ruang dan mengurangi panas yang dihasilkan. Panas sangat buruk bagi komputer karena dapat berakhir dengan kerusakan pada komponen.
Motorola Xoom adalah salah satu tablet Android di pasaran.
Tablet komputer biasanya memperoleh daya dari baterai yang dapat diisi ulang (rechargeable). Ketahanan baterai untuk tablet bervariasi untuk beberapa model, rata-rata adalah 8 hingga 10 jam. Beberapa tablet juga memiliki baterai yang dapat diganti. Tetapi yang lain, seperti dari produk Apple yaitu iPad dan iPad 2, tidak mengizinkan Anda untuk mengganti baterai tanpa membawanya ke toko atau merusak garansi.

BlackBerry PlayBook, upaya Research in Motion (RIM) untuk memasuki pasar tablet.
Tergantung pada produsen, sebuah komputer tablet bisa saja mengalami underpower dengan disengaja. CPU pada komputer menjalankan perintah dalam siklus clock. Semakin banyak siklus clock yang dapat dijalankan CPU tiap detiknya, maka akan semakin banyak instruksi yang bisa diproses. Beberapa tablet memiliki prosesor undercloked, yang berarti bahwa CPU telah diatur untuk menjalankan instruksi lebih sedikit setiap detik daripada kemampuan yang sesungguhnya. Alasan menurunkan kemampuan CPU adalah untuk mengurangi panas yang dihasilkan dan menghemat baterai.

Ketika Anda mungkin saja merasa terganggu karena tablet Anda tidak bekerja dengan kemampuan penuh, sebenarnya kebanyakan tablet tidak membutuhkan kemampuan proses ekstra. Program-program pada tablet cenderung tidak serumit dan seberat program-program komputer. Istilah umum untuk program jenis ini adalah “aplikasi” atau sering disingkat “apps”.

Selain CPU dan baterai, komponen lain yang biasa ditemukan pada tablet adalah:
  • accelerometers
  • gyroscopes
  • graphics processors
  • memori berjenis flash
  • WiFi dan/atau kartu SIM dan antena
  • USB dock dan power supply
  • speakers
  • sebuah chip controller untuk touch-screen
  • sensor kamera, chip dan lensa.
Accelerometer dan gyroscope membantu tablet untuk menentukan orientasi agar layar dapat ditampilkan dalam mode portrait atau landscape. Prosesor grafis atau GPU mengambil data dari CPU pada saat akan menghasilkan tampilan grafis. WiFi atau komponen seluler membuat Anda dapat menghubungkan tablet ke jaringan komputer. Tablet bisa saja dilengkapi Bluetooth untuk berhubungan dengan perangkat Bluetooth yang lain. Satu hal yang tidak akan Anda temukan pada kebanyakan tablet adalah fan (kipas), karena memang tidak cukup tempat untuk memasangnya.

Touch Screens dan Tablet
Ada dua metode dasar dalam pembuatan touch screen untuk perangkat tablet: resistive dan capasitive. Produsen hanya memilih salah satunya, keduanya tidak bisa dipadukan.

Resistive, sistemnya mendeteksi sentuhan pada layar melalui tekanan. Tablet yang membutuhkan stylus biasanya menggunakan layar resistive. Bagaimana cara kerjanya?
Sistem resistive memiliki lapisan berbahan resistif dan lapisan lain berbahan konduktif. Pengatur jarak (spacer) menahan agar kedua lapisan tersebut terpisah. Pada saat tablet dinyalakan, aliran arus listrik berjalan melalui kedua lapisan tersebut. Jika kita memberikan tekanan pada layar, hal itu akan menyebabkan kedua lapisan tersebut saling bersentuhan. Hal ini menyebabkan perubahan medan listrik pada kedua lapisan itu.

Bayangkan jika Anda memiliki sebuah tablet dan Anda ingin menjalankan sebuah permainan. Anda menggunakan stylus untuk menyentuh (tap) ikon permainan pada layar tablet. Tekanan dari sentuhan tersebut menyebabkan kedua lapisan pada sistem resistive mengubah medan listrik. Microchip yang ada di dalam tablet menafsirkan perubahan pada medan tersebut dan menerjemahkannya ke dalam bentuk koordinat pada layar. CPU pada tablet menerima koordinat tersebut dan memetakannya menggunakan sistem operasinya. CPU akan memutuskan bahwa Anda telah mengaktifkan aplikasinya dan CPU akan menjalankannya untuk Anda.

Layar resistive ini rentan terhadap kerusakan. Jika tekanan yang kita berikan terlalu besar, itu dapat menyebabkan lapisan resistive  dan conductive akan terus menyatu. Hal ini dapat menyebabkan tablet salah menafsirkan perintah yang kita berikan. Layar resistive juga cenderung memiliki resolusi yang lebih kecil dibandingkan dengan layar capacitive.

Sistem layar capacitive juga mendeteksi perubahan pada medan listrik, tapi tidak berdasarkan tekanan. Sistem capacitive memiliki lapisan dari material yang dapat menyimpan muatan listrik. Ketika kita menyentuhkan bahan conductive pada layar ini, beberapa muatan listrik berpindah pada apapun yang menyentuhnya. Namun material tersebut haruslah bersifat conductive atau perangkat tidak akan menerima sentuhan yang diberikan. Dengan kata lain, Anda bisa menggunakan benda apa saja untuk menyentuh layar resistive untuk memindahkan muatan listrik, tetapi hanya bahan conductive yang dapat berfungsi pada layar capasitive, termasuk jari jemari kita.
Apple iPhone menggunakan antarmuka layar sentuh capacitive, seperti yang terdapat pada kebanyakan komputer tablet.
Sistem capacitive cenderung lebih handal daripada sistem resistive karena Anda tidak perlu memberikan tekanan yang kuat dalam menyentuhnya. Sistem capacitive juga cenderung memiliki resolusi yang lebih besar.
HOT DOG! Mengoperasikan perangkat layar sentuh di cuaca dingin bisa menjengkelkan—secara harfiah. Karena layar capacitive membutuhkan bahan konduktif untuk memberikan sentuhan, beberapa pengguna yang kreatif telah beralih ke industri daging untuk solusi input. Popsci melaporkan bahwa pengguna layar sentuh di Korea Selatan memanfaatkan produk daging babi—atau sosis—untuk mengoperasikan layar sentuh ketika cuaca sekitar sangat dingin untuk mengoperasikan dengan jari secara langsung.
Menggunakan sosis sebagai stylus


Sejarah Tablet
Alan Kay
Ide komputer tablet ini tidak tergolong baru. Jika kita kembali ke tahun 1968, ilmuwan komputer bernama Alan Kay mengusulkan bahwa dengan kemajuan teknologi flat-panel display (layar panel datar), antarmuka pengguna, miniaturisasi komponen komputer dan beberapa percobaan di bidang teknologi WiFi, Anda dapat mengembangkan perangkat komputasi all-in-one. Ia mengembangkan idenya lebih jauh, mengusulkan bahwa perangkat seperti itu akan terasa sempurna sebagai alat edukasi untuk anak sekolah. Pada tahun 1972, ia menerbitkan sebuah paper tentang sebuah perangkat yang disebut Dynabook.
Alan Kay memegang prototipe Dynabook (5 Nov 2008) di Mountain View, California.
[sumber: Wikipedia]
Rancangan Dynabook menunjukkan sebuah perangkat yang sangat mirip dengan komputer tablet yang ada saat ini, dengan beberapa pengecualian. Dynabook memiliki layar dan keyboard di satu bidang. Tetapi pandangan Key lebih jauh. Ia memperkirakan bahwa dengan teknologi layar sentuh yang benar, Anda dapat menyingkirkan keyboard fisik dan menampilkan keyboard virtual dalam konfigurasi apapun pada layar itu sendiri.

Rancangan Dynabook pada paper yang diterbitkan oleh Kay tahun 1972.
[sumber: Wikipedia]
Kay telah melewati masanya. Hampir 4 dekade sebelum tablet seperti yang ia bayangkan menyerbu publik seperti badai. Tetapi itu bukan berarti dulunya tidak ada komputer tablet di pasaran antara waktu konsep Dynabook dan iPad milik Apple.


Satu perangkat tablet pendahulu adalah GRiDPad. Diproduksi pertama kali pada tahun 1989, GRiDPad memiliki layar sentuh monokrom berkapasitansi (monochromatic capacitance touch screen) dan stylus yang memiliki kabel. Bobotnya di bawah 5 pon (sekitar 2.26 kg). Dibandingkan dengan tablet saat ini, GRiDPad berukuran sangat besar dan berat, dengan daya tahan baterai yang hanya bertahan 3 jam. Seseorang yang berada di balik GRiDPad adalah Jeff Hawkins, yang kemudian mendirikan Palm.



GRiDPad, atas ke bawah: Tampak kanan, tampak kiri, dan penampakan motherboard.

Jeff Hawkins
Komputer tablet lain yang berbasis pena (pen-based) diikuti, namun tidak mendapat dukungan besar dari masyarakat. Apple pertama kali memasuki medan pertempuran tablet bersama dengan Newton, sebuah perangkat yang mendapatkan jumlah kecintaan dan ejekan yang sama dalam setahun. Sebagian besar kritik untuk Newton berfokus pada software  pengenalan tulisan tangan (handwriting-recognition).

Tidak sampai Steve Jobs mengungkapkan iPad pertamanya ke publik yang antusias bahwa komputer tablet menjadi produk konsumen yang layak. Hari ini, perusahaan seperti Apple, Google, Microsoft dan HP mencoba untuk memprediksi kebutuhan konsumen ketika mereka merancang generasi tablet selanjutnya. Sementara hal itu akan membutuhkan waktu untuk sampai ke pasar, sepertinya kita akan melihat komputer tablet terpajang di rak-rak toko.■

Jika artikel ini bermanfaat, silakan share.
_________________
Source:
  • How Stuff Works
  • Wikipedia
  • oldcomputers.net
  • history-computer.com
  • etc.

Rabu, 01 Oktober 2014

Microsoft Resmi Mengungkap Windows 10


CALIFORNIA - Informasi yang santer beredar menyebut Microsoft bakal meluncurkan Windows 9 atau Threshold. Rupanya, OS terbaru ini bukan dinamakan Windows 9, melainkan Windows 10.

Dilansir Overclockersclub, Rabu (1/10/2014), Executive Vice president untuk Operating Systems Group Microsoft, Terry Myerson mengungkapkan nama baru Windows 10 sebagai pendekatan perusahaan untuk sistem operasi yang menawarkan pengalaman baru yang disesuaikan. Windows 9 dianggap tidak cocok dengan gagasan tersebut.

Sehingga, Windows 10 memadukan unsur tradisional dari Windows 7 dan fitur sentuh Windows 8 bersama dengan fitur baru lainnya. Muncul tampilan menu Start yang familiar bagi pengguna dan tambahan Live Tiles dari Windows 8.

Dalam sebuah video preview, diperlihatkan menu Start dan Live Tiles yang dapat dikustomisasi. Menu dan Live Tiles dapat diatur ukurannya (resize).

Menu Start dapat diperluas hingga melewati batas layar pengguna, sehingga pengguna bisa menggeser layar ke kiri dan kanan  untuk melihat setiap aplikasi (persis pada Windows 8). Aplikasi Metro kini tampil dalam format Windows yang dapat diatur ukurannya.

Bagian taskbar juga ditingkatkan, sehingga pengguna bisa melihat semua aplikasi yang sedang dibuka. Masih ada perintah keyboard [Alt]+[Tab], yang juga menampilkan setiap aplikasi yang sedang berjalan.

Mengapa dari Windows 8 "Lompat" ke Windows 10?

Dilansir Engadget, Kamis (2/10/2014), tampaknya lompatan menuju Windows 10 merupakan strategi pintar dalam hal pemasaran produk. Penjelasan lainnya datang dari situs Reddit, di mana seseorang mendeskripsikan dirinya sebagai developer di Microsoft bernama 'cranbourne'.

Dalam pengungkapannya, penamaan Windows 9 akan membuat software yang terkait dengan kompatibilitas dengan sistem operasi Win 95 dan 98 menjadi terganggu. 'Cranbourne' mengklaim sebuah posting-an dari kode pemrograman  yang mengungkapkan Microsoft harus memiliki Windows 10 dan bukan 9.

Belum diketahui secara pasti mengapa perusahaan melompat ke Windows 10. Perusahaan asal Redmond tersebut memastikan bahwa OS terbaru mereka akan menawarkan banyak peningkatan dibandingkan versi OS sebelumnya.

Juru bicara Microsoft mengatakan, Windows 10 menawarkan cara baru untuk melakukan sesuatu. "Windows  10 membawa Windows maju ke dalam cara baru dalam melakukan sesuatu. Ini bukan perubahan secara bertahap, tetapi Windows baru yang memberdayakan miliaran pengguna berikutnya," terangnya, seperti dilaporkan Cnet.

Windows 10 diharapkan diluncurkan untuk pengguna pada pertengahan tahun depan.

_________________

Sumber: OkeZone

Transformer

Transformer, atau Transformator, atau yang lebih akrab disapa "trafo", merupakan salah satu komponen elektronik yang banyak di jumpai bahkan di rumah sendiri. Seperti pada televisi, radio, komputer (terutama pada monitor), ponsel, telepon rumah, kamera digital, charger (ponsel, laptop, dll), senter isi ulang, printer, obeng listrik, tape recorder, bahkan juga ada di beberapa mainan anak-anak, dan masih banyak lagi.


Transformer memiliki berbagai bentuk dan ukuran, namun fungsi dan kegunaannya masih tetap sama pada setiap transformer.
Mari kita lihat seperti apa bagian dalam serta cara kerja transformer ini.
Under the Cover
Bagian dalam sebuah transformer secara umum.
Transformer jenis ini menyertakan obeng listrik yang baterainya dapat diisi ulang. Transformer jenis ini memiliki ketahanan pada 3 Volt dan 240 miliAmpere.

Yang Anda lihat di sini adalah dua buah gulungan kawat tembaga. Tujuan dari transformer adalah untuk mengubah satu bentuk tegangan arus AC ke tegangan arus AC yang lain. Dalam kasus ini transformer mengubah arus AC normal bertegangan 120V yang berasal dari rumah menjadi arus yang bertegangan 3V saja. Tegangan 120V datang melalui gulungan utama di sebelah kiri. Bagian tengah gulungan itu (juga di bagian luarnya) adalah iron core (besi yang menjadi pusat gulungan). Arus AC pada gulungan utama menciptakan medan magnet bolak-balik pada besinya, persis seperti yang ada pada elektromagnet.

Gulungan yang satu lagi, yaitu gulungan ke dua melilit pada inti besi yang sama. Pada gulungan ke dua ini medan magnet pada bagian intinya menciptakan arus. Tegangan pada gulungan ini dikendalikan oleh perbandingan jumlah lilitan dari kedua buah gulungan tersebut. Jadi apabila kedua gulungan tersebut memiliki jumlah lilitan yang sama, tegangan pada gulungan pertama dan ke dua akan sama. Jika gulungan ke dua memiliki setengah dari jumlah lilitan pada gulungan pertama, maka besar tegangan pada gulungan ke dua tersebut adalah setengah dari tegangan pada gulungan pertama.

Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa gulungan pertama pada transformer ini menggunakan kabel yang sangat halus sementara pada gulungan ke dua menggunakan kabel yang lebih tebal. Untuk menurunkan tegangan listrik menjadi 3V, dibutuhkan 40 lilitan lebih banyak pada gulungan pertama daripada gulungan ke dua.

Mengubah Arus AC ke DC

Pada sisi lain dari transformer, Anda akan menemukan dua buah dioda yang dibungkus dalam lapisan yang terbuat dari karet. Dioda tersebut bertindak sebagai arectifier, untuk mengubah arus AC ke arus DC.

Kebanyakan transformer yang dapat ditemukan di sekitar rumah menghasilkan arus DC bertegangan rendah (3-12V, dan arus yang lebih kecil dari 1 ampere). Arus DC diperlukan karena baterai isi ulang menyimpan arus DC, mayoritas alat elektronik membutuhkan arus DC tegangan rendah dan karena motor DC berukuran kecil beroperasi langsung dari baterai dan tersedia jenis motor yang lebih murah.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan share.
_________________
Source: How Stuff Works